Budiman Sudjatmiko
Budiman Sudjatmiko
"Kerja jauh dari usai, dan pengharapan selalu lebih panjang dari nafas..."

Bergabung


Berlangganan Newsletter

Dapatkan update newsletter dari budimansudjatmiko.net:

KPK Butuh Orang yang Tegas
30 Nov -0001
saat ini korupsi telah mengurat akar dalam sistem di berbagai level. Akibatnya, sistem membuat orang yang masuk ke dalamnya itu juga turut tertular penyakit korupsi...

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Anggota DPR RI, Budiman Sujatmiko, mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membutuhkan orang yang tegas dalam menyelesaikan masalah korupsi.

"Yang dibutuhkan KPK tidak hanya berani tapi butuh yang tegas," katanya mengomentari pemilihan pimpinan KPK di Jakarta, Selasa (9/8).

Menurut dia, saat ini korupsi telah mengurat akar dalam sistem di berbagai level. Akibatnya, sistem membuat orang yang masuk ke dalamnya itu juga turut tertular penyakit korupsi. "Tanpa ketegasan, korupsi sulit untuk diberantas," katanya.

Untuk itu, ia mendukung KPK ke depan diisi oleh orang-orang tegas untuk mendampingi Busyro Muqodas. Menurut dia, Busyro Muqodas seorang yang bijak sehingga dibutuhkan teman yang tegas.

Budiman mengatakan bahwa korupsi di Indonesia marak karena empat hal. Pertama, adanya penanaman nilai-nilai kekayaan dan kekuasaan dapat diperoleh dengan cepat (instan). Kedua adalah mahalnya biaya politik sehingga politik uang marak.

Ketiga, hukum yang pilih kasih. Hukum sangat tajam ke rakyat, namun tumpul di hadapan pejabat. Keempat atau terakhir adalah birokrasi yang tidak transparan dan akuntabel yang mendukung korupsi.

Print Friendly and PDF

May 1997 Increasing numbers of Indonesians are daring to oppose the government despite the harsh penalties.

Indonesia ialah satu republik yang pemimpinnya tahu apa yang semestinya mereka raih. Sayangnya banyak di antara mereka diayun kebimbangan diri untuk menuntaskan pekerjaannya....

Berita tentang Budiman Sudjatmiko dan hal-hal lain yang menjadi perhatiannya.

"Dulu banyak orang yang ragu kalau kita bisa menjatuhkan Orde Baru. Jauh lebih banyak yang ragu pada waktu itu. Toh saya dengan teman-teman yang lain melakukan perubahan dan kita bisa,"