Budiman Sudjatmiko
Budiman Sudjatmiko
"Kerja jauh dari usai, dan pengharapan selalu lebih panjang dari nafas..."

Bergabung


Berlangganan Newsletter

Dapatkan update newsletter dari budimansudjatmiko.net:

"Oposisi Harus Ada di Presidensial"
30 Nov -0001
Berita tentang Budiman Sudjatmiko dan hal-hal lain yang menjadi perhatiannya.

VIVAnews -  Salah satu fungsionaris PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko membantah jika oposisi PDI P selama lima tahun terakhir tidak efektif. Menurutnya,oposisi penting untuk memberikan pilihan lain dari penguasa dengan kebijakan yang mengikuti selera pasar.

"Demokrasi memang memberikan kekuasaan kepada penguasa mayoritas. Tapi oposisi membuat kebijakan tidak sekadar mengikuti selera pasar," jelasnya dalam diskusi bertajuk "Pemilihan Presiden 2009, Dilema Sistim Presidensial di Jakarta, Senin 25 Mei 2009. 

Dengan demikian, menurutnya, oposisi harus dipahami tidak hanya sebagai sistem parlementer, tapi juga sistim presidensial. "Harus ada serangan kepada pemerintahan agar Presiden tidak sekadar membuat kebijakan populis," jelasnya.

Selain itu, Budiman juga menilai presiden harus diberikan hak veto jika dia tidak didukung parlemen. "Kalau Presiden tidak menguasai parlemen, dia tidak dijegal terus," tambahnya.

Namun, hak ini harus diimbangi dengan penegasan sistim koalisi opisisi dan koalisi pemerintahan. Pembagian koalisi ini dapat dilakukan dengan mencari platform partai yang sama. "Masalahnya, di negara kita, partai tidak konsisten pada platform. Ini menyebabkan orang mencari koalisi yang praktis," ujarnya

• VIVAnews

 
Print Friendly and PDF

Budiman Sudjatmiko DPRRI bicara pentingnya kerja politik untuk mendorong praktik baik di desa menjadi sistem yang bekerja dengan kekuatan memaksa. Baginya, UU harus menyerap segala kreativitas desa.

Petani sebagai pemegang saham mayoritas bangsa tidak terwakili dalam sistem politik Indonesia....

Pemerintahan desa itu unik. Pemerintahan desa menjadi cagar budaya yang membentengi masyarakat dari intervensi pemodal kuat ataupun pemodal asing. Ini semestinya dipertahankan karena desa ibarat dapur bangsa ini...

Ada sedikit logika yang perlu dipahami. Pencitraan itu penting sejauh dia tidak berbohong. Kalau politisi hanya bermain di socia media, tentu dia tidak akan layak pilih...