Budiman Sudjatmiko
Budiman Sudjatmiko
"Kerja jauh dari usai, dan pengharapan selalu lebih panjang dari nafas..."

Bergabung


Berlangganan Newsletter

Dapatkan update newsletter dari budimansudjatmiko.net:

Budiman, Anggota DPR yang Masih Kredit Rumah & Suka Ngojek
30 Nov -0001
Bagi saya bertambahnya otoritas publik atau kekuasaan yang saya miliki tidak harus mengubah gaya hidup saya. Saya justru melihatnya sebagai bertambahnya tanggungjawab...

Jakarta - Anggota DPR memang berpenghasilan besar, namun bukan berarti harus hidup mewah. Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Budiman Sujatmiko, saat ini tengah menyicil rumah sederhana dan tak segan ngojek ke kantornya di Senayan.

"Tidak semua pejabat publik, misalnya anggota DPR hidup dalam kemewahan. Masih banyak menjalani hidup seperti umumnya. Jika sekarang saya sedang kredit rumah sederhana kan tidak bisa dikatakan hidup mewah?" tutur Budiman kepada wartawan, Senin (14/11/2011).

Budiman mengatakan, ia juha baru membeli mobil Toyota Innova dari gajinya sebagai anggota DPR beberapa bulan lalu. Mobil pertamanya semenjak menjadi pejabat publik pada 2009 inilah yang kerap ia gunakan untuk mengunjungi konstituen di daerah.

"Sebelumnya saya pakai mobil milik orang tua," ujar anggota DPR dari dapil Banyumas dan Cilacap ini.

Menurutnya, kepercayaan publik harus dibayar mahal dengan melaksanakan tugas sebaik-baiknya tanpa bergaya hidup mewah.

"Bagi saya bertambahnya otoritas publik atau kekuasaan yang saya miliki tidak harus mengubah gaya hidup saya. Saya justru melihatnya sebagai bertambahnya tanggungjawab. Salah satu tanggung jawab yang bertambah besar adalah keharusan bersikap peka dan empati terhadap keadaan sekeliling," tuturnya.

Kalau pun beruntung menjadi orang kaya, kata dia, tidaklah perlu memamerkan harta. Namun peka terhadap sesama rakyat Indonesia.

"Tentu saja, siapa pun tidak dilarang jadi kaya di republik ini, sejauh tidak korup. Dan jika pun hartanya diperoleh dengan halal, tidak bermewah-mewah. Ya, tidak berjarak jauh dengan masyarakat pada umumnya. Saya sendiri, kalau jalan macet, tidak merasa risih harus naik ojek ke DPR," tandasnya.

Print Friendly and PDF

Bagaimana Pengawasan Anggaran Desa Saat UU Desa Dilakukan?

Perlu dipahami secara bersama bahwa semangat melakukan peninjauan ulang PP No. 43 Tahun 2014 tentang tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa agar lebih menghargai dan mengakui hak asal usul seperti amanat UU No 6 tahun 2014 tentang desa khususnya azas rekognisi dan asas subsidiaritas.

Pembangunan berhasil ketika bersifat partisipatori. Jadi, pemberdayaan akar rumput menjadi jawaban untuk mengentaskan warga dari kemiskinan...

Berita tentang Budiman Sudjatmiko dan hal-hal lain yang menjadi perhatiannya.