Budiman Sudjatmiko
Budiman Sudjatmiko
"Kerja jauh dari usai, dan pengharapan selalu lebih panjang dari nafas..."

Bergabung


Berlangganan Newsletter

Dapatkan update newsletter dari budimansudjatmiko.net:

Budiman Sudjatmiko yang Bersahaja
30 Nov -0001
Berita tentang Budiman Sudjatmiko dan hal-hal lain yang menjadi perhatiannya.

Liputan6.com, Jakarta: Tubuh kurus dan berkaca mata. Dialah Budiman Sudjatmiko. Namanya mencuat saat menjabat Ketua Partai Rakyat Demokrat (PRD). Saat itu PRD dan Budiman dituding sebagai dalang kerusuhan 27 Juli 1996. Buntutnya Budiman mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta Timur.

Memasuki era reformasi, Budiman hengkang dari PRD. Politisi berusia 40 tahun itu bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Di partai berlambang banteng moncong putih itu karier Budiman membaik. Ia dicalonkan sebagai anggota legislatif untuk Daerah Pemilihan Jawa Tengah VIII. Budiman memperoleh suara terbanyak melebihi ambang batas Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) yang disyaratkan KPU.

Tak banyak yang berubah dari Budiman. Ia tetap bersahaja. Karena itu wajar jika rencana kenaikan gaji petinggi negara, termasuk anggota Dewan menjadi sorotan khusus. Bagi Budiman, rencana tersebut bukan prioritas. "Kita berpikir bahwa itu bukan prioritas kita dalam berbangsa dan bernegara lima tahun ke depan," jelas anggota Komisi II DPR di Jakarta, Selasa (2/2).

Berbeda dengan wakil rakyat lain. Untuk menunjang mobilitas dan memenuhi agenda kegiatannya yang padat, Budiman memilih naik ojek. "Saya masih biasa makan di pinggir jalan," ucap dia. Ia juga masih tinggal di rumah sederhana di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Duduk di kursi DPR, Budiman bertekad tetap dengan prinsip lamanya, yakni berjuang membela rakyat.(AIS)

 
Print Friendly and PDF

Bagaimana Pengawasan Anggaran Desa Saat UU Desa Dilakukan?

Kepemimpinan politik dalam demokrasi yang sehat harus bertumpang tindih dengan kerja-kerja perubahan di akar rumput. Begitu juga perubahan-perubahan yang terjadi di akar rumput...

Kami tidak ingin bantuan bisa menjadi berkah bagi desa, bukan sebaliknya menjadi musibah buat para kepala desa. Jadi perlu persiapan, menyongsong diberlakukannya UU desa itu, sekaligus pemahaman terhadap aturan yang berlaku...

UU Desa dan Desa Melek Informasi dan Teknologi (DEMIT) adalah dua perangkat penting, untuk menuju nol kemiskinan di Indonesia.