Budiman Sudjatmiko
Budiman Sudjatmiko
"Kerja jauh dari usai, dan pengharapan selalu lebih panjang dari nafas..."

Bergabung


Berlangganan Newsletter

Dapatkan update newsletter dari budimansudjatmiko.net:

Budiman Sudjatmiko: Stop Dramatisir Tahun Politik
06 Mar 2014
Yang harus kita kritisi ketika tahun politik, kekuasaan ditampilkan dengan tidak substantif misal blusukan.

Yang harus kita kritisi ketika tahun politik, kekuasaan ditampilkan dengan tidak substantif misal blusukan.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko menilai tahun 2013 yang diklaim sebagian orang sebagai tahun politik tak perlu didramatisir.

Menurut anggota Komisi II ini, sebagai politikus maka setiap tahun seharusnya menjadi tahun pemberdayaan politik. Namun diakuinya, tahun 2014 jelang Pemilu memang akan menjadi tahun kekuasaan politik.
 
"Tahun 2013 aksentuasi politik kekuasaan, tapi setiap hari adalah politik dan sebagai politisi enggak mungkin saya hanya berpikir  politik (hanya di) tahun 2013. Bahaya itu," kata Budiman dalam diskusi bertajuk  "Tahun Berburu Politik" di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (5/1).
 
"(Kekuasaan politik) salahkah itu, enggak salah, persoalan sejak zaman Romawi juga begitu, orang memilih kafilah setelah Nabi Muhammad juga sudah terjadi artinya kita tidak enggak usah mendramatisir itu,"  lanjutnya.
 
Dalam hal politik, politikus oposisi ini berpendapat, kekuasaan memang harus dikejar. Namun setelah mendapatkan kekuasaan tersebut, harus melakukan penataan sekaligus mewujudkan visi dan misi.
 
Meski demikian, menurut  Budiman, dalam tahun kekuasaan politik ada hal yang harus dikritisi yakni hal yang dianggap tidak substansial.
 
"Yang harus kita kritisi ketika tahun politik, kekuasaan ditampilkan dengan tidak substantif misal blusukan atau tidak blusukan," ujarnya.
 
Blusukan merupakan istilah mengunjungi warga akar rumput atau turun ke lapangan yang populer saat kampanye Gubernur Jokowi. Aksi serupa mulai kemarin (4/2) dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
 
"Esensi politik ini kekuasaan pada 2014 akan jatuh bukan ke tangan siapa tapi ke tangan pemimpin dengan visi apa, itu dulu," tutupnya.

Sumber: beritasatu.com

Print Friendly and PDF

Wong Desa, Wong Kota Semua Dukung Budiman Sudjatmiko Desa Hebat, Indonesia Hebat!

Menurut saya ada kekeliruan Wibowo dalam melihat proses transisi demokrasi. Kekeliruan itu adalah simplifikasi atas latar belakang, ritme maupun prospek demokratisasi itu sendiri...

Berita tentang Budiman Sudjatmiko dan hal-hal lain yang menjadi perhatiannya.

Kalau pemilihan presiden, okey lah dipilih secara langsung. Namun untuk pemilihan legislatif dikembalikan ke ranah partai....