Budiman Sudjatmiko
Budiman Sudjatmiko
"Kerja jauh dari usai, dan pengharapan selalu lebih panjang dari nafas..."

Bergabung


Berlangganan Newsletter

Dapatkan update newsletter dari budimansudjatmiko.net:

Krisis Global Tak Pusingkan Budiman Sudjatmiko
30 Nov -0001
Berita tentang Budiman Sudjatmiko dan hal-hal lain yang menjadi perhatiannya.

 

Jakarta - Sukses menjaring suara tidak bergantung kepada berapa jumlah uang. Begitu keyakinan Budiman Sudjatmiko yang maju menjadi calon anggota legislatif (caleg). Maka ia pun mengaku tidak terlalu dibuat pusing dengan adanya krisis ekonomi global.

Calon Legislatif Dapil Jawa Tengah VIII ini merasa krisis yang imbasnya mulai terasa di Indonesia ini tidak akan mempengaruhi strategi kampanyenya. Budiman lebih mengandalkan jaringan sosial yang telah dibinanya sejak kecil dibandingkan uang.

"Saya juga bergantung kepada community organizer di kalangan petani dan buruh perkebunan di Cilacap," kata pria kelahiran Cilacap ini melalui pesan singkat yang dikirim kepada detikcom, Rabu (9/10/2008)

Budiman menambahkan, yang perlu diutamakan adalah solidaritas sosial dengan tujuan untuk sama-sama mengantisipasi dampak krisis ekonomi global. Pada saat yang sama, tingkatkan daya beli rakyat dengan mengintensifkan pembangunan sektor riil dan produktif.

"Jangan habiskan energi dan devisa di pasar finansial. Pemerintah harus berani melakukan kontrol devisa seperti yang dilakukan oleh negara China untuk menghindari spekulasi rupiah seperti tahun 1997-1998," kata Budiman.

(ron/iy)

Print Friendly and PDF

May 1997 Increasing numbers of Indonesians are daring to oppose the government despite the harsh penalties.

Kita pasti sering mendengar istilah ‚Äúpembangunan berkeadilan‚ÄĚ. Kata ini sering digunakan oleh para pengamat di televisi ataupun para kolumnis di surat kabar....

"Dulu banyak orang yang ragu kalau kita bisa menjatuhkan Orde Baru. Jauh lebih banyak yang ragu pada waktu itu. Toh saya dengan teman-teman yang lain melakukan perubahan dan kita bisa,"

Bagi saya bertambahnya otoritas publik atau kekuasaan yang saya miliki tidak harus mengubah gaya hidup saya. Saya justru melihatnya sebagai bertambahnya tanggungjawab...