Budiman Sudjatmiko
Budiman Sudjatmiko
"Kerja jauh dari usai, dan pengharapan selalu lebih panjang dari nafas..."

Bergabung


Berlangganan Newsletter

Dapatkan update newsletter dari budimansudjatmiko.net:

Indonesia Sakit Akibat Ketidakadilan Demokrasi
30 Nov -0001
Berita tentang Budiman Sudjatmiko dan hal-hal lain yang menjadi perhatiannya.

Jakarta, matanews.com, Anggota DPR dari Fraksi PDIP-P, Budiman Sudjatmiko mengungkapkan, Indonesia harus menyembuhkan penyakitnya akibat ketidakadilan demokrasi, karena Indonesia belum pulih dari tekanan dalam berdemokrasi selama Orde Baru.

“Sebenarnya setelah mengalami keterpurukan dan ketidakadilan dalam demokrasi, rakyat Indonesia tidak butuh figur-figur terkenal untuk mewakili mereka di DPR dalam menyelenggarakan demokrasi,” kata Budiman Sudjatmiko dalam Diskusi Publik bertajuk “Wajah Demokrasi Indonesia” di Jakarta Media Center, Rabu.

Budiman menyayangkan tenggelamnya popularitas aktivis-aktivis penyeru demokrasi yang telah bertahun menyerukan keadilan bagi demokrasi. Hal itu disebabkan karena mereka kalah suara dibandingkan calon-calon legislator yang kala pemilihan anggota legislatif baru muncul.

“Mereka (aktivis demokrasi, red) padahal sudah berjuang 10 sampai 20 tahun. Namun, rakyat tak juga memilih mereka padahal mereka paham betul tentang demokrasi. Mereka tergantikan dengan orang-orang baru yang tidak paham apa-apa,” lanjut Budiman. (*an/ham)

 
Print Friendly and PDF

Undang-Undang Desa lebih konkrit dari Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA). UUPA tahun 1960 ngatur yang diatas tanah, ngatur sumber daya alam yang ada di bawah tanah.

Demokrasi politik secara leluasa tumbuh di Indonesia selama 11 tahun terakhir. Sebagai bangsa kita patut bangga mengingat kita telah menikmati nyaris semua kelengkapan demokrasi yang bisa dirasakan manusia modern....

Rumah Tuhan dalam hati kita adalah rumah untuk para anak yatim yang dulunya banyak ditinggal dan sekarang hidupnya terlunta-lunta akibat jadi korban politik...

Berita tentang Budiman Sudjatmiko dan hal-hal lain yang menjadi perhatiannya.