Budiman Sudjatmiko
Budiman Sudjatmiko
"Kerja jauh dari usai, dan pengharapan selalu lebih panjang dari nafas..."

Bergabung


Berlangganan Newsletter

Dapatkan update newsletter dari budimansudjatmiko.net:

Budiman Sudjatmiko: PDI-P Akan Terus Memperjuangkan Hasil Paripurna
30 Nov -0001
Berita tentang Budiman Sudjatmiko dan hal-hal lain yang menjadi perhatiannya.

JAKARTA, KOMPAS.com — Politikus muda dari PDI-P, Budiman Sudjatmiko, menyatakan bahwa PDI-P akan terus memperjuangkan hasil Rapat Paripurna DPR kemarin malam. "Kami akan memperjuangkan hak menyatakan pendapat dari setiap fraksi untuk menyikapi hasil Paripurna kemarin," ujar politikus yang saat ini menjadi anggota dari Komisi II DPR RI.

"Pak Taufiq menjaga posisinya sebagai negarawan, dan tidak memanfaatkan jabatan Ketua MPR untuk menyikapi keputusan politik yang mempertanyakan legitimasi Presiden dan bawahannya.-- Budiman Sudjatmiko"

"Selain hak menyatakan pendapat, kami juga menginginkan adanya tim pengawas dari DPR untuk mengontrol kebijakan dari Paripurna kemarin. Karena kami tak ingin hasil dari Paripurna kemarin berhenti sampai di sana," tambah aktivis yang sempat merasakan sel penjara semasa Orde Baru ini.

Mengenai pernyataan Taufiq Kiemas tadi siang tentang tidak adanya kekuatan dominan baik dari penguasa maupun oposisi, Budiman menyikapinya dengan diplomatis. "Pak Taufiq menjaga posisinya sebagai negarawan, dan tidak memanfaatkan jabatan Ketua MPR untuk menyikapi keputusan politik yang mempertanyakan legitimasi Presiden dan bawahannya," ucap Budiman.

"Pak Taufiq juga menetralisir keadaan agar stabilitas politik tetap terjaga," tambahnya. Mengenai kemungkinan hasil Paripurna akan dibawa ke Mahkamah Konstitusi, Budiman tidak menyikapinya dengan jelas. "Kita lihat nanti perkembangannya seperti apa," ujarnya.

 
Print Friendly and PDF

Sosialisasi UU Desa oleh Budiman Sudjatmiko

Label-label ideologi, kapitalisme, komunisme, sekular, nasionalis, menjadi kosa-kata yang umum dalam obrolan politik. Para pengamat menggunakan istilah tersebut untuk ....

Pembangunan ekonomi kita gagal. 104 Juta penduduk Indonesia dikategorikan miskin, bila menggunakan standar Bank Dunia penghasilan US$ 2 per hari...

Jika masa lalu kita mendengar istilah perangkat desa kering-kering sedap menjadi ngeri-ngeri sedap, dari tidak ada duit (kering) menjadi berduit atau banyak duit, jadinya ngeri-ngeri sedap...