Budiman Sudjatmiko
Budiman Sudjatmiko
"Kerja jauh dari usai, dan pengharapan selalu lebih panjang dari nafas..."

Bergabung


Berlangganan Newsletter

Dapatkan update newsletter dari budimansudjatmiko.net:

Budiman Sudjatmiko Luncurkan Buku: Pengalaman Masa Kecil Hingga Dipenjara Pada Masa Orde Baru
24 Feb 2014
"Buku ini sengaja saya tulis sendiri yang mengisahkan tentang Indonesia yang disaksikan oleh sepasang mata saya,"

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko meluncurkan buku pertama yang diberi judul 'Anak-anak Revolusi'. Buku tersebut berisi tentang pengalaman panjang seorang Budiman dalam mencari jawaban dan memperjuangkan mimpinya.

"Buku ini sengaja saya tulis sendiri yang mengisahkan tentang Indonesia yang disaksikan oleh sepasang mata saya," kata Budiman di Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2013).

Budiman menuturkan, buku 'Anak-anak Revolusi' bukan semata tentang dirinya. Menurutnya, 'Anak-anak Revolusi' didefinisikan sebagai mereka yang memiliki mimpi besar dan berani untuk mewujudkannya.

Budiman menceritakan, buku jilid pertama dari dua edisi ini akan menceritakan pengalamannya sejak kecil hingga dipenjara oleh rezim Orde Baru.

"Di novel ini kita akan menemukan pertanyaan batin seorang Budiman kecil yang mungkin naif dan lugu, saat menyaksikan berbagai fenomena sosial di sekitarnya," tuturnya.

Di dalam buku ini Budiman juga mengelaborasi pemikirannya mengenai mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia, pemerataan kesejahteraan, hingga posisi strategis desa dan topik-topik lainnya.

"Perjalanan anak-anak revolusi belum selesai. Dengan buku ini saya ingin membagikan pertanyaan-pertanyaan untuk ikut memperjuangkan cita-cita dan impian Indonesia," ucapnya.

 

Sumber: Tribun News

Print Friendly and PDF

Sosialisasi UU Desa oleh Budiman Sudjatmiko

Kita sedang menyaksikan bagaimana revolusi teknologi mengubah secara fundamental seluruh segi kehidupan masyarakat. Mulai dari cara kita hidup, bekerja dan berinteraksi dengan orang lain. Demikian pula dengan institusi-institusi sosial-ekonomi—politik yang mengatur kehidupan masyarakat..

Saya tidak merasa sebuah beban, tapi kewajiban. Saya kemarin saat kampanye membawa draf UU (kepada masyarakat) dan saya berjanji akan perjuangkan RUU tentang Desa, dan saya terpilih...

Bagi saya bertambahnya otoritas publik atau kekuasaan yang saya miliki tidak harus mengubah gaya hidup saya. Saya justru melihatnya sebagai bertambahnya tanggungjawab...