Budiman Sudjatmiko
Budiman Sudjatmiko
"Kerja jauh dari usai, dan pengharapan selalu lebih panjang dari nafas..."

Bergabung


Berlangganan Newsletter

Dapatkan update newsletter dari budimansudjatmiko.net:

Budiman Sudjatmiko: Manusia Politik Punya Lima Syarat
06 Mar 2014
Dia bukan orang yang hidup terasing dari derita rakyat, bahkan meskipun ia berasal dari keluarga yang mapan....

USU, suarausu.co — Manusia politik mempunyai lima syarat yang harus dipenuhi. Terdiri dari empat syarat mutlak dan satu syarat penyempurna. Kelima syarat tersebut adalah punya ide atau gagasan, empati kepada rakyat, terbiasa hidup berorganisasi, punya kehendak berkuasa, dan kemampuan beretorika. Pandangan tersebut disampaikan Budiman Sudjatmiko, Anggota Komisi II DPR pada bedah buku Anak-Anak Revolusi di ruang sidang Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Rabu, 8 Januari.

Budiman mengatakan ide atau gagasan manusia politik adalah tentang visi terhadap dunia. Sementara empati pada rakyat adalah rasa cinta yang sebabkan ia menyatu dengan derita rakyat.

“Dia bukan orang yang hidup terasing dari derita rakyat, bahkan meskipun ia berasal dari keluarga yang mapan,” ungkap Budiman. Ia mencotohkan mantan Presiden Amerika Serikat John F Kennedy yang mempunyai empati kepada rakyat meski berasal dari keluarga mapan.

Sementara itu manusia politik juga harus berorganisasi dan mempunyai kehendak untuk berkuasa. “Agar ketiga syarat di atas bisa dijalankan dan diimplementasikan,” terangnya.

Mengenai syarat kelima, Budiman mengatakan kemampuan beretorika adalah untuk menggunakan hak bersuara, berbicara, dan menyampaikan pendapat. “Kewajiban manusia politik lah untuk menggunakan haknya dengan suara atau tulisan yang berkualitas.”

Acara yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Kepemudaan dan Kewirausahaan (PK2K) FISIP USU ini turut dihadiri oleh puluhan mahasiswa dan dosen di lingkungan FISIP dan fakultas-fakultas lainnya.

Sumber: suarausu.co

Print Friendly and PDF

UU Desa Tempatkan Orang Desa Pada Posisi Yang Terhormat!

Menurut saya ada kekeliruan Wibowo dalam melihat proses transisi demokrasi. Kekeliruan itu adalah simplifikasi atas latar belakang, ritme maupun prospek demokratisasi itu sendiri...

Taufik Kiemas dan Bu Mega itu seorang tokoh demokrasi, Maka mereka layak dilindungi....

Tidak sedikit pula dari mereka yang ditahan tanpa alasan yang jelas. Bahkan disebut, ada yang diculik dan disiksa secara fisik dan diteror secara mental.