Budiman Sudjatmiko
Budiman Sudjatmiko
"Kerja jauh dari usai, dan pengharapan selalu lebih panjang dari nafas..."

Bergabung


Berlangganan Newsletter

Dapatkan update newsletter dari budimansudjatmiko.net:

Budiman Sudjatmiko Kritik Iklan Politisi Hamburkan Uang
30 Nov -0001
Berita tentang Budiman Sudjatmiko dan hal-hal lain yang menjadi perhatiannya.

 

Cilacap (ANTARA News) - Anggota Komisi II DPR RI Budiman Sudjatmiko, Sabtu, mengritik iklan para politisi dalam mencari dukungan sebagai menghambur-hamburkan uang.

"Inilah (temu tani) cara berpolitik yang benar, bukan menghambur-hamburkan uang," katanya saat berorasi dalam kegiatan "Temu Tani Se-Jawa" di Desa Karangreja, Kecamatan Cimanggu, Cilacap, Jawa Tengah.

Menurutnya, setiap anggota legislatif, bupati, dan gubernur sebaiknya mengadakan pertemuan-pertemuan semacam temu tani di wilayah masing-masing sehingga dapat langsung mendengar aspirasi warga.

Budiman yakin dengan cara itu masyarakat akan memberikan dukungan maksimal kepada politisi untuk turun ke desa.

Ia mencontohkan saat kampanye Pemilu Legislatif 2009, dia tidak banyak membuat baliho atau memasang iklan karena menghambur-hamburkan uang.

"Meskipun tidak banyak memasang baliho, Alhamdulillah saya mendapat suara terbanyak di Daerah Pemilihan Banyumas dan Cilacap," katanya.

Kendati telah menjadi wakil rakyat yang duduk di DPR RI, Budiman mengakui memperjuangkan amanat konstitusi bukan hal yang mudah.

"Pemimpin yang tidak sesuai konstitusi akan jatuh dalam kehinaan sejarah," kata Budiman.

"Temu Tani Se-Jawa" ini dihadiri ratusan wakil serikat petani Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, dengan membahas berbagai persoalan pertanahan yang dihadapi petani, terutama menyangkut lahan-lahan sengketa. (*)

ANT/AR09

 

 

Print Friendly and PDF

Jakarta, 18 Desember 2013 - UU Desa resmi disahkan dalam rapat paripurna di gedung DPR.

Selain ditentukan oleh sikap PDI Perjuangan untuk tetap beroposisi atau tidak, ideologi Pancasila 1 Juni dan manajemen organisasi partai berbasis ilmu pengetahuan (sains)....

Ada sedikit logika yang perlu dipahami. Pencitraan itu penting sejauh dia tidak berbohong. Kalau politisi hanya bermain di socia media, tentu dia tidak akan layak pilih...

Jika masa lalu kita mendengar istilah perangkat desa kering-kering sedap menjadi ngeri-ngeri sedap, dari tidak ada duit (kering) menjadi berduit atau banyak duit, jadinya ngeri-ngeri sedap...