Budiman Sudjatmiko
Budiman Sudjatmiko
"Kerja jauh dari usai, dan pengharapan selalu lebih panjang dari nafas..."

Bergabung


Berlangganan Newsletter

Dapatkan update newsletter dari budimansudjatmiko.net:

Budiman Sudjatmiko Keberatan dengan Iklan PKS
30 Nov -0001
Berita tentang Budiman Sudjatmiko dan hal-hal lain yang menjadi perhatiannya.

VIVAnews - Tahanan politik era Orde Baru, Budiman Sudjatmiko, keberatan dengan iklan Partai Keadilan Sejahtera yang menjadikan Soeharto sebagai "guru bangsa". Calon nomor 1 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dari daerah pemilihan Jawa Tengah VIII ini menyatakan, Soeharto tak patut dianggap sebagai guru bangsa.

"Guru Bangsa jauh lebih bermakna, karena setiap ucapan, pikiran dan tindakan akan menjadi sumber inspirasi dan ditiru. Nah, apakah tindakan Soeharto yang sering membungkam lawan politiknya itu patut ditiru?" kata Budiman dalam diskusi di Press Room Dewan Perwakilan Rakyat, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 November 2008.

Menurut Budiman yang di masa Orde Baru ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang itu, tanpa harus menjadikan Soeharto sebagai guru bangsa, proses rekonsiliasi bangsa tetap bisa berjalan. Rekonsiliasi bukan semata antara Islam dengan nasionalis, atau antara Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Sukarno Putri. "Tapi antara Orde Lama, Orde Baru dan Reformasi yang transisinya menimbulkan luka mendalam," kata pria berkacamata itu.

Dan syarat rekonsiliasi adalah mengungkapkan kebenaran. "Bukan berarti yang tadinya dipersetankan lalu dimalaikatkan. Dijadikan manusia biasa saja," lanjut lulusan Universitas Cambridge, Inggris, itu.

Diskusi bertema "Iklan Politik: Tokoh Nasional Milik Siapa?" ini menghadirkan juga Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa Marwan Jafar, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Matahari Bangsa Jusuf Hasjim.

Print Friendly and PDF

Tasyakuran lahirnya UU No. 6/2014 tentang Desa di Desa Sambak, Magelang diisi orasi oleh sejumlah tokoh diantaranya oleh Budiman Sudjatmiko, Wakil Ketua Pansus RUU Desa.

Perlu dipahami secara bersama bahwa semangat melakukan peninjauan ulang PP No. 43 Tahun 2014 tentang tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa agar lebih menghargai dan mengakui hak asal usul seperti amanat UU No 6 tahun 2014 tentang desa khususnya azas rekognisi dan asas subsidiaritas.

Namun, saudari Andi Nurpati mesti mengetahui bahwa segala hal yang diucapkan dalam sidang resmi di DPR itu tidak bisa dipidanakan...

Tidak sedikit pula dari mereka yang ditahan tanpa alasan yang jelas. Bahkan disebut, ada yang diculik dan disiksa secara fisik dan diteror secara mental.