Budiman Sudjatmiko
Budiman Sudjatmiko
"Kerja jauh dari usai, dan pengharapan selalu lebih panjang dari nafas..."

Bergabung


Berlangganan Newsletter

Dapatkan update newsletter dari budimansudjatmiko.net:

Budiman Sujatmiko dan Fadjroel Rachman Tolak PKS Award
30 Nov -0001
Berita tentang Budiman Sudjatmiko dan hal-hal lain yang menjadi perhatiannya.

JAKARTA, KAMIS - Gara-gara PKS mengiklankan mantan penguasa Orde Baru Soeharto sebagai guru bangsa, rencana pemberian penghargaan kepada 100 pemimpin muda versi PKS tak berjalan mulus. Rencana penganugerahan yang akan dilakukan pada Kamis (20/11) malam diboikot dengan berbagai argumentasi yang diungkapkan.

Budiman Sujatmiko, tokoh muda PDI Perjuangan misalnya, mempertanyakan kriteria PKS yang menempatkan dirinya sebagai salah satu pemimpin muda. Secara khusus kepada Persda Network, Budiman mempertanyakan rencana pemberian award oleh PKS kepadanya. Ia memastikan tidak akan datang karena sedang berada di Cilacap, Jawa Tengah.

"Saya sendiri belum tahu sampai sekarang PKS akan memberikan award kepada saya. Saya juga tidak tahu kriterianya seperti apa. Saya juga tidak bisa berkomentar tentang pemberian award ini. Saya hanya mendapatkan undangan untuk bisa menghadiri acara itu. Saya memang memimpin organisasi sayap PDI P (Repdem), tapi kalau dikatakan pemimpin muda secara level nasional, saya rasa tidaklah pantas," tutur Budiman.

"Saya merasa masih jauh bila dikategorikan oleh PKS sebagai salah satu pemimpin muda nasional. Masih jaulah dari kriteria yang dibutuhkan bangsa sekarang ini,"tegasnya.

Budiman menilai, untuk menjadi pemimpin nasional dibutuhkan sarat-sarat tertentu. Memiliki komitmen, integritas, pengorbanan, kapasitas dan misi jangka panjang. Nah, saya sendiri merasa belum sepenuhnya bisa menenuhi kriteria yang saya maksudkan itu. Saya berterima kasih pada PKS atas keinginannya memberikan award kepada saya. Tapi, sekali lagi saya katakan, belumlah pantas mendapatkannya," cetusnya.

"Saya mempersilahkan kepada PKS untuk menyimpan award itu baik-baik karena saya merasa belum pantas menerimanya," tandasnya Budiman Sujatmiko.

Tokoh muda lainnya, Fadjroel Rachman juga tegas menolak pemberian award oleh PKS. Calon Presiden dari perseorangan ini secara berterus terang kecewa dengan PKS lantaran mengiklankan mantan Presiden Soeharto sebagai guru bangsa. Menurutnya, Soeharto belum pantas mendapat julukan itu.

"Saya berterima kasih kepada PKS dalam hal ini. Tapi, saya tegaskan untuk tidak mau hadir di acara yang digelar di Sabuga Bandung itu. Alasan saya tegas, karena PKS tidak secara resmi mau mencabut iklannya soal Soeharto itu. Bagi saya, sikap PKS itu adalah bagian dari penghianatan reformasi," cetus Fadjroel.

"Belum pantas Soeharto dikategorikan sebagai pahlawan dan guru bangsa. Biarlah, tanpa bersama PKS, saya akan tetap menjadi capres melalui jalur independen saja," tandasnya.

Sementara politisi muda Partai Golkar Yuddy Chrisnandi juga menyatakan tidak akan hadir. Namun, Yuddy tidak menanggapi apakah keengganannya untuk hadir karena kecewa dengan iklan PKS tentang Soeharto yang kini masih menjadi kontroversi. Ia hanya beralasan, sedang berada di Jawa Timur sehingga tidak bisa menghadiri acara penganugerahan award oleh PKS. (Persda Network/YAT)

Print Friendly and PDF

Undang-Undang Desa lebih konkrit dari Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA). UUPA tahun 1960 ngatur yang diatas tanah, ngatur sumber daya alam yang ada di bawah tanah.

Indonesia ialah satu republik yang pemimpinnya tahu apa yang semestinya mereka raih. Sayangnya banyak di antara mereka diayun kebimbangan diri untuk menuntaskan pekerjaannya....

Berita tentang Budiman Sudjatmiko dan hal-hal lain yang menjadi perhatiannya.

Berita tentang Budiman Sudjatmiko dan hal-hal lain yang menjadi perhatiannya.