Budiman Sudjatmiko
Budiman Sudjatmiko
"Kerja jauh dari usai, dan pengharapan selalu lebih panjang dari nafas..."

Bergabung


Berlangganan Newsletter

Dapatkan update newsletter dari budimansudjatmiko.net:

Rumah Aspirasi Budiman Sudjatmiko
30 Nov -0001
Berita tentang Budiman Sudjatmiko dan hal-hal lain yang menjadi perhatiannya.

Sekilas tidak ada yang istimewa dari rumah bercat putih di perumahan Bumi Arcawinangun Estate, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, itu. Rumah ini bertipe 45 dengan dinding yang berdempetan dengan rumah di sebelahnya.

Kalau pun ada yang berbeda, mungkin hanya poster kecil yang ditempel di jendela sisi kanan rumah. Poster itu bertulis ‘Sekretariat Rumah Aspirasi Budiman’. Budiman yang dimaksud adalah Budiman Sudjatmiko, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan.

Di jendela rumah yang berjarak 1 km dari Universitas Jenderal Soedirman itu juga banyak ditempeli stiker bekas media promosi saat Budiman maju sebagai caleg dari dapil Kabupaten Banyumas dan Cilacap.

Saat detikcom menyambangi rumah itu, Sabtu (23/10/2010) pagi, tumpukan koran sudah menyambut di ruang tengah. Puluhan buku-buku yang tersusun di rak pun menjadi pemandangan yang tidak terlepaskan, seakan menggoda setiap tamu untuk membacanya.

“Saya minimal sebulan sekali ke rumah ini. Bahkan pernah 3 kali dalam sebulan,” kata Budiman menambahkan kedatangannya kali ini untuk menghadiri syukuran pembagian 291 hektar lahan untuk petani di kecamatan Cipari, Kabupeten Cilacap.

Saat itu, Budiman baru saja selesai mandi dan sedang mencari kacamatanya yang entah ia taruh di mana. Kasur di salah satu ruangan rumah itu pun belum sepenuhnya dilipat. “Kalau ke sini, saya memang tidur di ruangan itu. Tidak ada hotel-hotelan,” katanya.

Dia mengatakan, Rumah Aspirasi Budiman (RAB) adalah salah satu janjinya dalam kampanye Pemilu Legislatif tahun lalu. Sementara janjinya yang lain adalah mengadvokasi konflik agraria di wilayah Kabupten Cilacap dan Banyumas, serta memperjuangkan RUU tentang Desa.

“Ini untuk menjembatani agar aspirasi konstituen dengan saya tidak terputus,” kata mantan ketua umum Partai Rakyat Demokratik ini.

RAB dideklarasikan 4 Oktober tahun lalu atau 3 hari setelah Budiman dan anggota DPR yang lain dilantik sebagai wakil rakyat. Rumah itu memang sudah disewa sejak 2008, namun saat itu sebagai Budiman Constituent Center, yang difungsikan sebagai tim pemenangannya di Pileg tahun lalu.

“Dulu sebagai pemenangan, sekarang sebagai penyalur aspirasi,” kata Budiman yang menjabat sebagai pembina di RAB.

Direktur Eksetutif RAB, Jarot C Setyoko, menjelaskan, hampir setiap hari RAB selalu didatangi warga yang mengadu. Umumnya, warga mengadu tentang konflik agraria yang terjadi di wilayahnya. Penyelesaian konflik agraria memang menjadi konsen utama RAB, selain peningkatan kapasistas masyarakat.

“Ada juga mengadu tentang hal lain, namun semampunya kita terima dan antarkan kepada orang yang tepat,” kata Setyoko, mantan wartawan di harian ternama di Banyumas.

RAB, kata Setyoko, terdiri dari 9 orang pengurus dan 4 ‘agen’ yang tersebar di dua kabupaten tersebut. Layaknya kantor, RAB juga membuka pengaduan dari Senin sampai Sabtu, dengan jam kerja 09.00-16.00.

“Namun kalau ada yang datang jam 9 malam, sebisanya kita terima. Ya seperti wartawan saja lah kalau ada kejadian malam-malam, pasti turun juga kan,” kata Setyoko sambil tertawa.

Setyoko menjelaskan, setiap bulannya RAB menghabiskan dana operasional Rp 40-50 juta, di luar biaya sewa rumah Rp 8 juta per tahun. Setengah dari jumlah itu, Rp 20 juta, berasal dari kantong Budiman.

“Rp 20 juta dari gaji saya sebagai anggota DPR dan selebihnya dari donasi,” sambar Budiman.

Satu hal yang tak habis dipikir oleh Setyoko adalah tidak pernah ada konstituen yang datang ke RAB untuk meminta uang lewat berbagai proposal yang disodorkan. Padahal, bukan rahasia umum, ‘proposal’ adalah hal yang lazim diterima anggota Dewan saat berkunjung ke daerah.

“Saya juga heran kenapa sampai begitu. Malah justru ada yang mau ngasih duit, tapi jelas kita tolak,” kata Setyoko.

Menanggapi hal itu, Budiman hanya berseloroh, “Mungkin konstituen saya dari dulu sudah ngerti saya caleg kere,” kata Budiman sambil tertawa.

Cilacap dan Banyumas memang bukan daerah yang asing buat Budiman. Di Cilacap, yang juga tempat kelahirannya, Budiman sudah masuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang UU Pokok Agraria sejak tahun 1991, sebelum akhirnya ditangkap rezim Orde Baru. 

Kini, di wilayah yang sama, khususnya kecamatan Cipari, sudah 291 hektar tanah berhasil diredistribusi kepada petani. Budiman dan RAB pun mengaku masih mempunyai hutang penyelesaian 4.774 hektar tanah untuk 7.706 petani di Cilacap dan Banyumas. [] detik/lk

Penulis Laurencius Simanjuntak

 
Print Friendly and PDF

Bagaimana Pengawasan Anggaran Desa Saat UU Desa Dilakukan?

Pada hari senin tanggal 17 Agustus 2009 Zainal Arifin Hoesein memerintahkan kepada Masyuri Hasan dan Nalom Kurniawan untuk mengantar surat Mahkamah Konstitusi....

Berita tentang Budiman Sudjatmiko dan hal-hal lain yang menjadi perhatiannya.

UU Desa dan Desa Melek Informasi dan Teknologi (DEMIT) adalah dua perangkat penting, untuk menuju nol kemiskinan di Indonesia.